Aku tidak MENULIS sejarah..tapi kusedang MENGKAJI sejarah..agar kudapat MENGUKIR sejarahku sendiri..

Minggu, 23 Oktober 2011

Badik Luwu










Sesungguhnya lelaki itu terlahir bersama kekurangannya, yakni tulang rusuknya kurang satu pada sisi kiri tubuhnya. Maka sebilah badik disisipkan pada bagian yang kurang itu sebagai pelengkap baginya. Namun sesungguhnya, pelengkap paling mulia bagi seorang lelaki, adalah : Wanita sholehah.

Badik luwu berpamor "Mabboribojo", bombang dan daun nipah ini dulunya memiliki perhiasan sepasang mustika lipan (ulawu balipeng) pada gagangnya. Namun kini batu berharga itu telah hilang. Badik kesayangan yang tak pernah diharapkan keluar dari sarung warangkanya. Tiada lain hanyalah wujud pelestarian serta rasa cinta teramat dalam terhadap warisan budaya leluhur. (pusaka dalam perawatan penulis)

7 komentar:

  1. "Kualleangi Tallanga Natowalia" - tapi timbul di Malaysia.hehe jenaka sahaja saya orang melayu..ada blog ayam adu dari bugis tak?

    BalasHapus
  2. bisa minta tips perawatan kawali...

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas perhatiannya.. Saya tidak seberapa tahu perihal merawat kawali. Sekedar "assipalElEngeng rampE-rampE", adalah sbb :
    1. Matompang (dicuci) pada waktu-waktu tertentu, misalnya : 1 Muharram, Lebaran Iedul Adha, dll. Waktu pencucian pusaka, ada yg berpendapat jika sebaiknya pada waktu2 orang2 seisi rumah sedang tertidur. Hal itu dimaksudkan, sekiranya senjata tersebut haruslah "melaksanakan tugasnya", maka pelaku serta senjatanya tidak terdeteksi aparat hukum.
    2. Mattompang dengan menggunakan "Lemo Pattompang" (jeruk besar/lemon).
    3. Tata cara membilas air jeruk ke bilah senjata, kiranya 1 arah saja (disapu dari batang ke ujung).
    4. Menggunakan pengering serbuk bambu yang dicampur dengan serbuk kayu manis.
    5. Setelah kering, diusapkan minyak pusaka secukupnya.
    6. Mengasapi dengan dupa harum.
    7. Masukkan ke warangkanya dan jangan dicabut-cabut lagi, kecuali pada saat yg amat penting.

    Tambahan : Jika dicabut lagi, jangan sampai disentuh langsung dengan menggunakan tangan. Hal ini untuk menghindari pengaratan akibat keringat yang mengandung hawa asin di tangan. Lalu yg paling penting : Tidak sekalipun menorehkan racun (warangan) pada bilah badik.. Hal ini akan merusak nilai ksatria pada pusaka Bugis Makassar. TabE'..

    BalasHapus
  4. Badik LUWU tahun brp itu mas bro..???

    BalasHapus
  5. tabe nure, minyak pusaka yang mana tu?

    BalasHapus
  6. tae'raka nawadding dipaccingi pake minyak DW 40

    BalasHapus
  7. di rmah ada jga 1 pedang raja luwu,kbetulan sya msih cucu dri datu mangkona,mnurut nenek sya datu rumpang megga itu hadiah pernikahan datu mario dgan datu pattojo dri pajung ri luwu.

    BalasHapus